0

Frente - Bizarre Love Triangle

Every time I think of you
I get a shot right through
Into a bolt of blue
It's no problem of mine

But it's a problem I find
Living the life that I can't leave behind
There's no sense in telling me
The wisdom of a fool won't set you free

But that's the way that it goes
And it's what nobody knows
And every day my confusion grows

Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I'm waiting for the final moment
You say the words that I can't say

I feel fine and I feel good
I feel like I never should
Whenever I get this way
I just don't know what to say

Why can't we be ourselves
Like we were yesterday
I'm not sure what this could mean
I don't think you're what you seem

I do admit to myself
That if I hurt someone else
Then I'll never see
Just what we're meant to be

Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I'm waiting for the final moment
You'll say the words that I can't say

Every time I see you falling
I'll get down on my knees and pray
I'm waiting for the final moment
You'll say the words that I can't say
Iruzuka~~
0

Backstreet Boys - Show Me The Meaning Of Being Lonely

Show me the meaning of being lonely
So many words for the broken heart
It's hard to see in a crimson love
So hard to breathe
Walk with me, and maybe
Nights of light so soon become
Wild and free I could feel the sun
Your every wish will be done

They tell me...

Chorus
Show me the meaning of being lonely
Is this the feeling I need to walk with
Tell me why I can't be there where you are
There's something missing in my heart

Life goes on as it never ends
Eyes of stone observe the trends
They never say forever gaze
Guilty roads to an endless love
There's no control
Are you with me now
Your every wish will be done
They tell me

Chorus

There's nowhere to run
I have no place to go
Surrender my heart' body and soul
How can it be you're asking me to feel the things you never show

You are missing in my heart
Tell me why I can't be there where you are

Chorus,
Iruzuka~~
0

Backstreet Boys - Shape of My Heart

Baby, please try to forgive me
Stay here don't put out the glow
Hold me now don't bother
If every minute it makes me weaker
You can save me from the man that I've become
oh yeah

Chorus :
Looking back on the things I've done
I was trying to be someone
Played my part, kept you in the dark
Now let me show you the shape of my heart

Sadness is beautiful
Loneliness is tragical
So help me I can't win this war
oh no
Touch me now don't bother
If every second it makes me weaker
You can save me from the man I've become

Chorus
Looking back on the things I've done
I was trying to be someone
Played my part, kept you in the dark
Now let me show you the shape of my heart

I'm here with my confession
Got nothing to hide no more
I don't know where to start
But to show you the shape of my heart

I'm looking back on things i've done
I never wanna play the same old part
Keep you in the dark
Now let me show you the shape of my heart

Looking back on the things I've done
I was trying to be someone (trying to be someone)
Played my part, kept you in the dark
Now let me show you the shape of my heart (Now let me show you the true shape
of my heart)

Looking back on the things I've done
I was trying to be someone
Played my part, kept you in the dark
Now let me show you the shape of my heart

Show you the shape of my heart
Iruzuka~~
0

Maher Zain - For the Rest of My Life

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
oooo
And theres a couple words I want to say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife and my friend and my strength
And I pray we`re together eternally
Now I find myself so strong
Everything changed when you came along
OOOO
And theres a couple word I want to say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I`m singing loud that I`ll love you eternally

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you.loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart
Iruzuka~~
0

Obat Kegagalan

Pernahkah kau mengalami suatu kegagalan? Dan kegagalan itu membuatmu sangat kecewa. Memang sangat menyakitkan jika kemenangan yang ditunggu-tunggu tetapi yang berbuah malah kegagalan. Kegagalan merupakan kemenangan yang tertunda. Tak usah bersedih, jadikanlah suatu kegagalan itu cambuk jitu untuk membuatmu lebih baik lagi. Kegagalan merupakan suatu motivasi untuk kita agar lebih baik. Jika tak ada kegagalan pada diri kita, kita tidak tau seberapa besar kemampuan kita, dalam arti kegagalan itu merupakan suatu tolak ukur diri kita. Kegagalan juga merupakan pengingat kita agar kita selalu rendah hati, jika kita selalu menang siapa tahu kita akan menjadi manusia yang sombong dan tak tau kemampuan orang yang ada di luar sana yang lebih dari pada kita. Berikut ini beberapa kiat agar kita bisa menghadapi kegagalan tanpa efek negatif:
ü  - Ingatlah pada Allah, berhusnudzanlah pada-Nya
Tak boleh kita berburuk sangka pada Allah (suudzan) karena mungkin Allah memberikan kegagalan itu sebagai jalan yang terbaik untuk kita. Mungkin sebagai ujian atau pengingat kita bahwa hidup itu memerlukan usaha.
ü  - Bersedih boleh, tapi tak boleh berlaru-larut
Besedih karena kegagalan itu hal yang wajar bagi seorang manusia. Tetapi tak boleh berlarut dalam kesedihan. Berlarut dalam kesedihan itu membuang – buang waktu lho! Lebih baik kita bangkit.
ü  - Jangan salahkan diri sendiri ataupun orang lain
Biasanya sebagian orang selalu menyalahkan dirinya ataupun orang lain yang terlibat. Itu sudah kehendak Allah yang tak mungkin bisa diubah lagi (takdir).
ü  - Jadikan suatu motivasi
Orang yang bijak tidak akan berlarut dalam kesedihan, dia akan bangkit dan menjadikan kegagalan itu suatu motivasi agar dia bisa tingkatkan lagi kemampuannya. Karena kegagalan itu merupaka suatu ujian untuk menemukan suatu arti.
ü  - Yang lalu biarlah berlalu
Apa yang telah terjadi tidak akan dapat diulang kembali. Tataplah masa depan yang panjang. Jangan biarkan kegagalan itu kembali dan semangatlah menghadapi semuanya.
Hanya itu obat yang bisa mengobati rasa kecewa pada kegagalan. Good luck!!!
Iruzuka~~
0

Ketika Sebatang Tebu pun Ikut Bertasbih

Sebelum tiba di sekolah aku tertuju pada seorang lelaki yang sedang berjalan sendirian. Lelaki itu tampan, bertubuh tinggi tegap, mengenakan baju koko dan peci di kepalanya menuju ke  mesjid Al-Huriyyah di dekat rumah. Yaa Allah, How handsome he is! ucapku dalam hati. Mengingatkanku pada Lin Dan, atlet bulutangkis favoritku. Aku terdiam melihatnya. “astagfirullah, Adnin!”. Ku langkahkan kaki ini dengan segera menuju sekolah. Bel sekolah pun sudah terdengar dari kejauhan. Ketenangan muncul ketika aku telah melewati gerbang sekolah yang hampir ditutup pa satpam.
            Ku kira aku akan menjadi siswa satu-satunya yang belum selesai mengerjakan tugas. Tetapi Allah sungguh maha mendengar do’a hambanya ternyata Hari ini kegiatan belajar terganggu alasannya karena ada rapat untuk ujian nasional kelas XII. Ya Allah bersyukur sekali untuk hari ini. Pulang lebih awal dan hanya mengerjakan tugas-tugas dari guru yang sedang mengikuti rapat, tak ada kata lain yang bisa terucap kecuali Alhamdulillah..
            Karena pulang lebih awal, setelah sholat dzuhur di sekolah aku putuskan untuk pergi ke tempat favoritku saung yang berada di tengah kebun tebu. Saung tempat mencurahkan segala isi hatiku, dalam senang, sedih ataupun hal lain. Langkahku terhenti ketika aku melihat seorang lelaki yang tak asing bagiku sedang bersandar di saung. Dia memegang dadanya seperti orang yang sedang kesakitan, aku berfikir pasti ada yang tak beres dengannya. Aku berlari ke saung itu dan terkaget. Masya Allah dia sesak nafas. Aku bingung, aku panik dan tak tau harus berbuat apa. Aku tak bisa membawanya pergi dari saung, aku tak tau harus meminta tolong pada siapa di tengah kebun tebu yang sepi ini. Aku hanya bisa memberinya seteguk air dan berdo’a pada Allah agar tak terjadi apa-apa padanya. Tak lama sesak nafasnya berhenti dan ia pun mulai pulih kembali. “sudah baikan?” tanyaku padanya “ya” jawabnya dingin padaku. Seketika diapun pergi entah ke mana. Aku baru menyadari ternyata dia lelaki berbaju koko tadi yang aku lihat ketika berangkat sekolah. Ya Allah aku tak tau mengapa, tapi bolehkah aku mengaguminya? Tanyaku dalam hati.
            “Assalamu alaikum Abi, Umi Adnin pulang” “wa’alaikum salam, makan dulu nak umi sudah siapkan cumi goreng buat kamu” “iyah Umi”. “Jangan lupa sehabis magrib berangkat ngaji ke mushola Nurul Halim. Ustadzah Ninih tanyain kamu terus” Abi mengingatkanku karena sudah satu mingggu aku tak mengaji. “Siap Abi, sekarang pasti berangkat!”. Abi dan umiku memang sangat memperhatikannku , mungkin karena aku anak semata wayang mereka. Walaupun selalu memperhatikannku tapi mereka tidak memajakannku. Berbeda dengan sekarang sebelumnya mereka terlalu memanjakannku. Dengan kemanjaan, aku sulit untuk menjadi anak yang mandiri. Segala sesuatu bergantung pada orang lain. Aku kan tak mau jadi benalu di semak belukar. Maka dari itu aku meminta mereka agar mengubah didikannya.  Aku tau mereka hanya ingin mendidikku supaya aku bisa menjadi anak yang sholehah. I very love them.
            Satu minggu ternyata waktu yang sangat lama ya, ketika ada di mushola aku langung berbincang-bincang dengan ustadzah. Rasanya aku ingin mendengarkan cerita-ceritanya yang selalu aku jadikan motivasi. yeah I miss this situation. Ustadzah menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang sebaya denganku bergabung untuk belajar mengaji di sini. Namanya Rofii kelas X SMAN 1 Jatiwangi. Ustadzah bilang akhlaq Rofi itu perlu diperbaiki. Ustadzah pun menunjukan teman baruku itu. The handsome boy again? Aku tak percaya bisa bertemu dengannya lagi, lagi dan lagi. Ustadzah menceritakan hal lain tentangnya, akibat dia sering merokok, diapun mempunyai asma yang berat. Tekadang jika asmanya kambuh ustadzah sangat hawatir dengan keadaanya. Ku fikir berarti sewaktu di saung asmanya itu kambuh.
Sejak saat itulah aku selalu memperhatikannya. Detik demi detik di Mushola menjadi berharga bagiku. Kini mushola menjadi tempat favorit kedua setelah kebun tebu. Aku yakin Rofi bisa mengubah hidupnya.
Ketika aku akan pergi ke pasar, terlihat dari kejauhan Malik teman ngaji di Mushola Nurul Halim berlari menghampiriku dengan wajah penuh emosi. “kau tak tau apa yang diperbuat Rofi?” “memang ada apa dengan Rofi?” “Dia sungguh keterlaluan, memalukan nama Mushola Nurul Halim saja. Dia ketauan mencuri.” “ kamu jangan asal bicara. Aku tak percaya Rofi melakukan hal seperti itu” “kalau kau tak percaya ikut aku ke pasar!” aku berlari bersama Malik. Perasaanku tak menentu. Kepercayaanku terhadap Rofi sedikit memudar tapi hati kecil ini yakin dia tak akan melakukan hal seperti itu. Tapi aku lebih khawatir dengan keadaannya.
            Sesampai di pasar aku dan malik tidak menemukan Rofi. Terdengar percakapan kecil dari ibu-ibu yang sedang mengobrol di pasar membicarakan tentang kejadian tadi. Tanpa sengaja ku dengar Rofi dipukuli habis-habisan, dia ingin menjelaskan apa yang terjadi tapi entah ada apa dengan manusia yang memukuli Rofi yang tak memberi kesempatan sedikitpun. Mereka sungguh keterlaluan. “Anak tadi merintih kesakitan. Dia tak bisa berontak. Semua orang berusaha menghentikannya bu, tapi preman-preman pasar itu sungguh ketelaluan.” Seorang ibu memberi penjelasan kepada temannya. Mereka semua baru berhenti memukulinya ketika asma Rofi kambuh. Ternyata Rofi telah dibawa pulang oleh ayahnya. Aku tak kuat mendengar cerita ibu tadi. Aku berlari meninggalkan Malik dengan tetesan air mata. Tak jauh aku menoleh ke arah Malik dia tersenyum sinis dan aku mengabaikannya. Tak ada yang aku fikirkan kecuali keadaan Rofi sekarang. God, may Rofi be under Your Protection.
            Aku tak berani melihat Rofi sekarang. Aku tak kuat melihatnya kesakitan. Aku tak ingin menangis di hadapannya, Ya Allah berilah dia kesembuhan. Jagalah hambamu itu. Berikanlah ia kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Aku yakin Kau maha Mengetahui. Rofi semoga kau cepat sembuh.
            Ditemani matahari yang beranjak pergi ke barat dan angin sepoi-sepoi aku duduk di saung pohon tebu. Semenjak kejadian di pasa itu aku tak pernah melihat Rofi lagi. Aku ingin melihatnya mengaji lagi. Aku ingin bertemu dengannya tanpa melihatnya kesakitan. “Adnin!” suara yang tak asing bagiku memanggilku dari belakang. Aku membalikan badanku ke belakang. “Rofi” aku terkejut sekaligus senang. Aku tak menyangka bisa bertemu dengannya di sini. Aku tak bisa berkata-apa. Aku hanya bisa menangis melihatnya. Aku malu tak pernah menjenguknya sama sekali. “Rofi, maaf ak..” “tak apa Adnin” Rofi memotong perkataanku. “kemarin hanya cobaan dari Allah saja. Malik memfitnahku mencuri mungkin karena dia dendam padaku karena aku pernah memukulinya dulu” “tapi kamu tak apa-apa?” tanyaku. “ kan kamu lihat sendiri, aku kan kuat tentu saja aku baik-baik saja” aku hanya tersenyum mendengarnya. “ya Allah terima kasih kau telah menciptakan seseorang yang sholehah, seseorang yang begitu peduli terhadapku, seseorang yang bisa membuatku tersadar dari kegelapan,ya Allah kumohon izinkan aku.” Ucapnya kepadaku “Adnin bolehkah aku mengagumimu?” Ya Allah apa yang dikatakan Rofi ini? Aku, aku, aku sangat bahagia ya Tuhanku. Aku meninggalkannya dan tersenyum padanya.
Iruzuka~~
0

Resensi

Resensi => penilaian terhadap karya sastra orang lain berdasarkan kelebihan dan kekurangannya.

Sistematika Resensi : 
a. Judul Resensi
b. Identitas buku
c. Sinopsis buku
d. Jenis buku
e. Kepengarangan
f. Penilaian
Terdiri dari :
  • Tampilan fisik
  • Isi
  • Bahasa
  • Unsur intrinsik
  • Unsur ekstrinsik
g. Simpulan


Contoh Resensi Novel Negeri 5 Menara
a. Judul resensi            : Resensi Negeri 5 Menara
b. Identitas buku        
- Judul buku           : Negeri 5 Menara
- Nama pengarang  : Ahmad Fuadi
- Nama penerbit      : PT Gramedia Pustaka Utama
- Tahun terbit          : 2009
- Kota terbit            : Jakarta
- Jumlah halaman    : 424
- Sampul buku        : Pada sampul terdapat 5 buah menara simbol suatu negara
c. Sinopsis buku          :
       Alif Fikri adalah seorang yang sukses menggapai mimpinya. Ia lahir di dekat Danau Maninjau, Bukit Tinggi Sumatera Barat. Mimpi besarnya tidak ia dapatkan begitu saja. Tekad yang kuat dan usaha melebihi usaha orang lain adalah kuncinya. Perjalanannya dimulai dari ia merantau ke pelosok Jawa Timur untuk menuntut ilmu di Pondok Madani. Walau dengan setengah hati, karena itu keinginan amaknya yang ingin menjadikan Alif sebagai pemimpin agama. Tapi ia berusaha untuk tetap ikhlas. Awalnya ia merasa kurang nyaman dengan Pondok Madani yangmempunyai aturan yang sangat ketat. Seiring waktu berjalan ia mendapat matra “Man Jadda Wajada” yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil dan iapun mulai tertarik dengan Pondok Madani. Persahabatan ia rajut di Pondok ini dengan para “Sahibul Menara”, Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid mereka berenam selalu menunggu adzan maghrib sambil menatap awan-awan yang berarak ke ufuk. Di mata mereka awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Mereka berjuang secara maksimal untuk mendapatkan mimpinya itu. Walau terasa menyiksa tapi mereka selalu didukung oleh motivasi-motivasi yang diberikan para ustad di sana. Alif pun percaya dengan mantra yang ia dapatkan lagi bahwa “Man Shabara Zhafira” siapa yang bersabar pasti akan beruntung.
d. Jenis buku               : Fiksi
e. Kepengarangan       :
       A. Fuadi anak Maninjau pemegang 8 beasiswa dari luar negeri lahir di nagari Bayur sebuah kampung kecil di pinggir danau Maninjau tahun 1972,tidak jauh dari kampung Buya Hamka. Ibunya guru SD dan ayahnya guru Madrasah.
       Dulu di Pondik Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang di berkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat. Gontor pula yang mengajarkan kepadanya “mantra” sederhana yang sangat kuat man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses. Dari sinilah A. Fuadi mulai mewujudkan mimpi-mipinya hingga berhasil.
f. Penilaian                 
Tampilan fisik          : Covernya menarik dengan adanya gambar 5 menara membuat para pembaca penasaran. Apakah yang dimasud dari 5 menara itu?
Isi                             : Isinya menarik mengisahkan kehidupan di Ponpes yang ternyata tidak seperti kebanyakan orang kira. Orang kira Ponpes itu kuno, tidak asyik, tempat orang-orang nakal, ataupun tempat pelarian siswa yang punya nilai kecil dan tidak bisa melanjutkan sekolah umum. Tetapi di Pondok Madani kita dibekali ilmu dunia dan akhirat dengan menggunakan bahasa sehari-hari Inggris dan Arab tentu saja tidak kalah modern dan asyik dengan di sekolah umum.
Bahasa                      : Bahasa yang digunakan sangat variatif terdiri dari Indonesia, Inggris, Arab, dan beberapa bahasa daerah juga terdapat catatan kaki yang akan menambah wawasan berbahasa kita.
Unsur Intrinsik
-          Tema                 : Pendidikan
-          Tokoh               : - Alif (pemalu, tak putus asa, punya tekad yang kuat)
- Amak (Penyayang)
- Kiai Rais (Bijaksana)
- Atang (patuh pada aturan)
- Baso (pendiam, rajin, pintar, kutu buku, tertutup)
- Raja (percaya diri, pandai)
- Dulmajid (rajin, tegas, keras hati)
- Said (gagah, dewasa)
-      Latar                : Maninjau, Pondok Madani
-      Alur                 : Maju-mundur
-      Setting             : Pagi, Siang, Sore, Malam
-      Bahasa             : Indonesia, Inggris, Arab, dan beberapa bahasa daerah
-     Amanat            : - Jangan penah meremehkan impian, walau setinggi apapun! Karena Allah Maha Mendengar.
                                  -   Janganlah berputus asa, Man Jadda Wajada!
                                  -   Apapun keputusan dari Allah terimalah dengan ikhlas!
                                
Unsur Ekstrinsik
Nilai Agama           : Setiap hari melaksanakan sholat berjama’ah maghrib di mesjid Pondok Madani.
                                  Sehabis melaksanakan sholat maghrib mengaji bersama dilanjutkan dengan belajar bersama.
                                  Melaksanakan sholat tahajud bersama-sama.
Nilai Sosial             :   Para Sohibul Menara membantu Alif ketika ia tidak bisa pulang ke Maninjau.

g.            Novel Negeri 5 Menara ini sangatlah seru walaupun tebalnya ratusan halaman tapi tidak membuat bosan untuk dibaca. Kehidupan Alif di Pondok diceritakan penuh dengan petualangan yang asyik dan membuat penasaran. Pada buku ini juga banyak terdapat pelajaran hidup yang penting dan motivasi-motivasi  yang membuat kita yakin bahwa impian itu tidak boleh diremehkan walau setinggi apapun karena Allah itu maha tahu. Jadi para remaja Indonesia harus membaca ini!
Iruzuka~~
Back to Top